Salah satu dari sekian banyak sahabat Nabi tersebutlah Nuaim sebagai sahabat yang jenaka, sering kali perkataan dan perbuatannya membuat para sahabat yang lain, termasuk Nabi sendiri tertawa, dan bukan hanya jenaka tapi Nuaim juga terkenal usil.
Satu kisah yang mashur yaitu ketika Nuaim bermaksud membeli kurma di pasar Madinah, tanpa beban Nuaim mengatakan kalau korma tersebut adalah titipan Rosulullah dan akan di bayar oleh beliau, mengingat yang membeli Rosulullah sang pedagang pun tidak banyak bertanya, percaya pada Nuaim. Hingga selang beberpa hari lewatlah Rosulullah di pasar tersebut, dan si pedagang pun menagih hutang yang menjadi haknya, Rosulullah yang tidak merasa pernah punya hutang kepada pedagang tersebut heran dan berkata “Kurma yang mana ?”, “Yang di ambil Nuaim ya Rosul…..” kata si pedagang, mafhum dengan kelakuan sahabatnya Rosulullah lalu membayar.
Rosul juga bukan type orang yang tidak bercanda walaupun beliau tidak suka yang teralalu berlebihan, maka pada lain kesempatan Rosul secara diam-diam mendatangi Nuaim dan mendekap Nuaim dengan erat, “Siapa yang mau membeli budak……..?” canda Rosul, “Saya ya Rosul 100 Dinar” sahabat yang mengerti maksud Rosulullah pun menanggapi. “50 Dinar ya Rosul, tidak lebih lagi” seru sahabat yang lain tidak mau kalah. Nuaim yang jadi bahan tertawaan saat itu tertunduk dan berkata kepada Rosulullah ” Semurah itukah diriku ya Rosul……….?”, “Tidak” kata Rosul “Engkau mahal di sisi Allah”.
Demikian salah satu cerita kejenakaan Nuaim semasa hidupnya sampai beliau wafat mendahului Rosulullah. Dan ketika wafatnya pemakamannya pun berjalan seperti biasa. Namun para sahabat melihat ada hal yang aneh ketika pemakaman berlangsung, selesai di kuburkan dan hendak beranjak pulang terlihat Rosulullah tersenyum yang nampak tidak seperti biasanya. Dalam perjalanan pulang salah satu sahabat memberanikan bertanya, “Ada apa ya Rosul…..?”, sambil berjalan Rosulullah menjelaskan, “Nuaim ini sahabatku yang selalu membuatkuĀ tersenyum ketika hidup dan matinya, setelah di kuburkan tadi malaikat penanya Mukar-Nakir mendatangi Nuaim, melakukan tugasnya seperti biasa, ketika di tanya ‘Siapa tuhan mu ?’, Nuaim menjawab dengan yakin ‘Allah tuhan ku’ dan ketika sampai kepada pertanyaan ‘Siapa Nabi mu ?’ Nuaim menjawab ‘Tuh di atas lagi nganterin, tanya aja kalo ga percaya’. Itu lah yang membuatku tersenyum” Jelas Rosulullah.