Jakarta

‘Jakarta sudah habis, api dan airnya bencana, entah karena kebodohan atau karena keserakahan’

Apa nasib anak cucu kita kalo sekarang kita udah mulai ngrasain dampak dari pemanasan global ?
Apa nasib generasi mendatang kalo krisis energi yg saat ini udah terjadi cuma jadi cerita tahayul ?
Banyak orang mengeluh panas yang di rasa sekarang dah ga wajar tapi bergaya konsumeristis dan ga sadar kl gaya hidupnya mendorong industri memproduksi barang yang dia mau, tanpa peduli cerobong asap pabriknya seperti meludahi lapis langit.
Di desa orang-orang bersukur kalo turun hujan, di Jakarta orang malah mengutuk dan menyalahkan hujan jadi sebab macetnya roda pembangunan.
Apa yang menyebabkan kontrasnya sikap orang desa dan orang kota ? padahal ini ga terjadi di Jakarta 20 tahun yang lalu.
Air yang seharusnya di sukuri malah jadi anugerah yang dibenci.
Katanya keberkahan udah diangkat perlahan dari Jakarta. Kenapa ?
Semerawut, kacau, sumpek + mumet.
Kapan benernya ga ada yg tau.
Tambal di sana, robek di sini.
Apa ini tanda zaman akan berakhir ?
Atau …….. ?

‘Telah tampak kerusakan di muka bumi karena sebab ulah tangan manusia’

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.